Skip to content

Pengantar Manajemen Risiko Lingkungan

23 Agustus 2010

PENDAHULUAN
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
* Risiko Operasional
* Risiko Hazard
* Risiko Finansial
* Risiko Strategik

Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.
ISTILAH
1. Hazard
Hazard adalah suatu potensi bahwa dari suatu urutan kejadian (event) akan timbul suatu kerusakan atau dampak yang merugikan. Hazard merupakan satu kesatuan kombinasi dari 3 variabel yang terdiri dari frequency (kekerapan), duration (lama waktu), dan severity (keparahan dampak) yang ditimbulkan akibat pemajanan terhadap suatu substansi atau energi. Hazard adalah sesuatu yang dapat berupa bahan beracun, ceceran larutan kimia di lantai, bakteri pathogen, dll.
Magnitude suatu hazard sangat ditentukan oleh 2 faktor, yaitu: karakter/sifat, dan jumlah/banyaknya hazard tsb. Contoh: benzene mempunyai sifat berbahaya/toksik (karsinogenik) daripada toluen. Semakin besar konsentrasi benzene, maka semakin berbahaya bila terhirup. Dalam kondisi tersebut, benzene dapat dikatakan sbg potential hazard (sangat berpotensi) untuk dapat menimbulkan dampak negatif.
2. Risiko
Risiko adalah kecenderungan (likelihood) akan terjadinya suatu kejadian, yang berkaitan erat dengan suatu alternatif prospektif, yaitu menaruh perhatian apa yang akan terjadi pada waktu ke depan dan kemungkinan apa penyebab kejadian tersebut. Risiko juga menekankan pada ketersediaan pilihan utk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi. Suatu kejadian dpt mempunyai risiko, apabila kejadian atau kegiatan tersebut akan mengakibatkan kerugian atau ketidakpastian, perubahan atau pilihan yang dapat merugikan.
Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Risiko adalah suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian. Suatu risiko tinggi mungkin tidak berdampak kerugian yang sangat besar dan luas, tetapi menimbulkan ketidakpastian.
Risiko tidak hanya pada human loss, tetapi risiko juga berkaitan dengan dampak ekonomi (economic loss). Rentang risiko adalah terminologi yang dipergunakan untuk estimasi risiko, dari risiko terendah sampai tertinggi. Rentang risiko dapat merupakan suatu ukuran yang sangat berharga misalnya dipergunakan untuk standar pemajanan kesehatan kerja (NAB).
Bentuk-bentuk risiko antara lain risiko murni, risiko spekulatif, risiko partikular dan risiko fundamental. Risiko murni adalah risiko yang akibatnya hanya ada 2 macam: rugi atau break even; contohnya pencurian, kecelakaan atau kebakaran. Risiko spekulatif adalah risiko yang akibatnya ada 3 macam: rugi, untung atau break even; contohnya judi. Risiko partikular adalah risiko yang berasal dari individu dan dampaknya lokal; contohnya pesawat jatuh, tabrakan mobil dan kapal kandas. Risiko fundamental adalah risiko yang bukan berasal dari individu dan dampaknya luas; contohnya angin topan, gempa bumi dan banjir.
3. Berbahaya atau Aman
Kapan suatu risiko dpt dikatakan berbahaya atau aman? Terminologi berbahaya atau aman berkaitan erat dengan aspek pemajanan hazard terhadap manusia. Dikatakan berbahaya bila level risiko sudah melewati ambang toleransi dan dikatakan aman bila level risiko dalam ambang toleransi. Sedangkan ambang toleransi bersifat normatif dan dinamik tergantung persepsi yang berlaku. Untuk mengetahui level atau magnitude dari risiko perlu dilakukan analisis risiko.
4. Bencana
Istilah “bencana” biasanya mengacu pada kejadian alami (mis., angin ribut atau gempa bumi) yang dikaitkan dengan efek kerusakan yang ditimbulkannya (mis., hilangnya kehidupan atau kerusakan bangunan). “Bahaya” mengacu pada kejadian alami dan “kerentanan” mengacu pada kelemahan suatu populasi atau sistem (mis., rumah sakit, sistem penyediaan air dan pembuangan air kotor, atau aspek infrastruktur) terhadap pengaruh dari bahaya tsb.
Probabilitas terpengaruhinya suatu sistem atau populasi tertentu oleh suatu bahaya disebut sebagai “risiko”. Dengan demikian, risiko merupakan gabungan antara kerentanan dan bahaya, dan dinyatakan sebagai berikut: Risiko = Kerentanan x Bahaya
REFERENSI
1) http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
2) Pan American Health Organization. 2006. Bencana Alam, Perlindungan Kesehatan Masyarakat. Terjemahan oleh Munaya Fauziah. Jakarta: EGC.
3) Tjandra Yoga Aditama & Tri Hastuti (Ed.). 2002. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia

2 Komentar leave one →
  1. 25 Agustus 2010 2:50 am

    Kayaknya kondisi sekarang ini sudah keseluruhan masuk jadi satu (mulai item 1 sampai 4) , pak….terus upaya apa yang harus dilakukan…???

    • 25 Agustus 2010 2:58 am

      dalam kenyataan memang hazard, risiko, bahaya dan bencana bisa terjadi dalam satu rangkaian tetapi masing-masing dapat diidentifikasi untuk pencegahan dan penanggulangan, lengkapnya tunggu pada posting berikutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: