Skip to content

Analisis Risiko

27 Agustus 2010

Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut. Tahapan kegiatan analisis risiko antara lain meliputi: identifikasi hazard, proyeksi risiko, penilaian risiko, dan manajemen risiko. Penilaian risiko dapat dilakukan secara kuantitatif atau kualitatif.

1. Identifikasi Hazard

Dalam aktivitas identifikasi, maka informasi yang akan didapatkan adalah tipe hazard dan magnitude hazard.

2. Proyeksi Risiko

Proyeksi atau estimasi risiko dilakukan untuk me-rating risiko berdasarkan kecenderungan bahwa risiko tersebut akan menjadi kenyataan dan segala konsekuensi dari masalah yang berhubungan dengan risiko tersebut. Proyeksi risiko merupakan komponen utama dalam tahap penilaian risiko.

Tahap ini meliputi: penetapan skala yg merefleksikan persepsi kecenderungan suatu risiko (skala dapat bersifat kualitatif ataupun kuantitatif), menggambarkan konsekuensi dari risiko, menetapkan dampak dari risiko, dan ketepatan secara menyeluruh dari proyeksi risiko.

3. Penilaian Risiko

Risiko diberi bobot berdasarkan persepsi dampak dan prioritas. Dampak merupakan fungsi dari 3 faktor yaitu:

  • Kecenderungan akan terjadinya kejadian.
  • Lingkup risiko, merupakan kombinasi tingkat keparahan dan jangkauan distribusi risiko.
  • Waktu dan lamanya dampak dirasakan.

4. Teknik Penilaian Risiko

Teknik penilaian risiko dapat dilakukan secara kualitatif atau kuantitatif.

Karakteristik penilaian kualitatif meliputi tipe efek kesehatan, estimasi frekuensi pemajanan (harian, mingguan, bulanan), lokasi hazard dalam hubungannya dengan tempat kerja. Sedangkan karakteristik penilaian kuantitatif meliputi data pengukuran pemajanan, konsentrasi zat, angka kesakitan/kematian, modeling analisis konsekuensi dari pemajanan terhadap hazard dan modeling frekuensi pemajanan.

4.1. Penilaian Kuantitatif Risiko

Kuantifikasi terhadap suatu risiko akan sangat tergantung pada kondisi nature hazard, kemudahan utk diukur (measurable) dan adanya suatu standar yg dipakai. Untuk mengkuantifikasi risiko, ketiga komponen risiko (frekuensi, probabilitas dan hasil jadi atau outcome) harus bisa diekspresikan secara matematika (modeling). Modeling merupakan teknik untuk melihat pola kejadian.

Frekuensi dapat diekspresikan dengan menggunakan data riwayat pemajanan atau incident record. Probabilitas dapat dibuat skala dengan rentang nilai ( 0 < P < 1 ). Hasil jadi (outcome) atau konsekuensi dari hasil pemajanan terhadap suatu hazard dapat diukur sebagai berikut: jumlah kasus kematian atau cedera, kasus sakit serius dan biaya kerusakan (lost cost). Kelemahan penilaian risiko kuantitatif, antara lain sifatnya sangat natur sehingga tidak memperhatikan persepsi dan perlakuan terhadap hazard.

Hal lain yang dapat dilakukan secara kuantifikasi, misalnya untuk modeling kebakaran (fire and explosion). Penilaian kuantitatif risiko ini pada umumnya sangat aplikatif untuk chemical atau process engineers. Contoh penilaian kuantitatif, misalnya penentuan LD50 dan LC50. Keduanya adalah modeling utk penilaian lethal dose dan lethal concentration dengan pengukuran durasi pemajanan, konsentrasi atau dosis hazard dan hasil jadi (kematian).

4.2. Penilaian Kualitatif Risiko

Metode penilaian risiko secara kualitatif terkesan subjektif dan memberi peluang multiinterpretasi dan debat. Persepsi risiko bisa bervariasi untuk setiap orang. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan

4.2.1. Fine’s Risk Score

Fine’s risk score adalah model untuk melakukan penilaian risiko dengan formula sbb: Risiko adalah hasil pengalian faktor-faktor yang terdiri dari: konsekuensi x faktor exposure x faktor probabilitas (R = C x E x P).

Ketiga faktor tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelas dan diberi rating.  Hasil perhitungan risiko (risk score) dapat dipergunakan untuk memperkirakan kejadian, mengalokasikan resources dan mengontrol hazard. Maka apabila sudah dapat men-score risiko, dapat dilakukan kalkulasi biaya untuk intervensi.

FACTOR CLASSIFICATION RATING
1. Consequence Catastrophe, numerous facilities 100
Multiple facilities 50
Fatality 25
Extremely serious injury 15
Disabling injury 5
Minor cuts, bruises, bumps 1
2. Exposure Hazard event occurs:
Continuously 10
Frequently 6
Occasionally 3
Unusually 2
Rarely 1
Remotely 0,5
3. Probability Complete accident sequence:
Is the most likely and expected result 10
Is quite possible, not unusual 6
Would be an unusual sequence 3
Remotely possible 1
Has never happened after many years of exposure, but conceivably possible 0,5
Practically impossible 0,1

Beberapa keterbatasan model ini antara lain:

  • Data bukan merupakan data konkret, tetapi berupa data estimasi,
  • Potensi personal bias dan pengalaman akan mempengaruhi hasil akhir, dan
  • Risk score hanya dipergunakan sbg baseline level dari risiko tidak didifinisikan sbg safe atau unsafe.

3.2.2. TTC Hazard Rating System

TTC hazard rating system mempergunakan huruf alfabet untuk me-ranking risiko.

Kriteria level: severity, probabilitas dan biaya untuk intervensi

Model ini berguna untuk komparasi penilaian risiko dari berbagai hazard dan bermanfaat utk membuat list prioritas untuk kebijakan pengendalian hazard.

CRITERIA

LEVEL

CODE
A B C D
Severity Fatality Serious/

Lost Time Injury

First aid injury,

no time

Injury not likely no measureable impact
Probability One or more time each working day At least once each week At least once each month less than once each month
Cost of Corrective Action Less than $1 K or no cost $ 1 K to       $ 10 K $ 10 K to  $ 25 K $ 25 K or more, no practical Solution

3.2.3. FLAME Model

FLAME Model merupakan kelanjutan dari Fine’s risk score dan TTC Hazard Rating system.

FLAME menghitung nilai risiko dengan mengkombinasikan beberapa variabel: Frekuensi dari proses, kecenderungan timbulnya hazard, antisipasi kerugian, misi dampak, karyawan/sistem yang terpajan.

Model risiko : R = log x, dimana x = F x L x A x M x E

F = Frekuensi             score: 1 – 100

L = Kecenderungan    score: 1 – 100

A = Antisipasi kerugian score: 1 – 100

M = Misi dampak        score: 1 – 100

E = Karyawan yang terpajan

Very high risk  score: 8

High risk          score: 6 — 7,99

Substansial risk score: 4 —5,99

Possible risk    score: 2 — 3,99

Doubtful risk   score: < 2,00

REFERENSI

1)    http://soemarno.multiply.com/analisis risiko

2)    Tjandra Yoga Aditama & Tri Hastuti (Ed.).  2002. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia

3 Komentar leave one →
  1. 29 Maret 2011 6:25 am

    thank’s gan wat beritanya

  2. 18 Oktober 2011 1:30 am

    thanks for sharing

  3. yabuki permalink
    22 Maret 2014 2:01 pm

    thanks for sharing, bermanfaat buat pembaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Arsip

  • %d blogger menyukai ini: